Guci, Tegal – Di balik gemerlap panggung Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2025 tingkat kecamatan, tersimpan kisah perjuangan yang menggetarkan hati. Tiga siswi berbakat dari SDN Guci 01—Indika Izzul Ramadhani, Salsabila Alzena Nuswa, dan Faiza Alya Aziza—berhasil mengharumkan nama sekolah dengan meraih Juara 2 dalam kategori tari daerah. Dengan anggun dan penuh semangat, mereka membawakan Tari Kitir-Kitir, sebuah tarian khas yang menggambarkan semangat kehidupan dan keceriaan masyarakat pesisir Tegal.
Namun kemenangan ini bukan datang begitu saja. Di balik sorotan lampu dan tepuk tangan penonton, ada bulan-bulan panjang penuh latihan, keringat, bahkan air mata.
Dipandu oleh pelatih seni yang berdedikasi, Ibu Tiara Larasati, ketiganya berlatih hampir setiap hari sepulang sekolah. Gerakan demi gerakan diulang hingga sempurna. Mereka tak hanya belajar menari, tapi juga belajar disiplin, kerja sama, dan mencintai budaya bangsa.
“Awalnya sulit, apalagi mengatur gerakan agar serasi bertiga,” ujar Faiza, dengan senyum yang masih menyimpan lelah. “Tapi Bu Tiara selalu bilang, kalau kita menari dengan hati, penonton pun akan bisa merasakannya.”
Ibu Tiara sendiri bukan hanya seorang pelatih, tetapi juga mentor yang menjadi penguat semangat mereka di saat lelah mulai terasa. Ia mengajarkan bahwa seni bukan hanya tentang gerak, tapi tentang rasa.
Di balik layar, Kepala Sekolah Bapak Dulbari terus memberikan dukungan penuh. Beliaulah yang memastikan segala kebutuhan latihan terpenuhi, dari kostum, transportasi, hingga semangat yang tak pernah padam. “Kami bangga bukan hanya karena mereka juara, tetapi karena mereka menjaga warisan budaya kita. Ini prestasi yang lahir dari ketulusan hati,” ucap Pak Dulbari dengan mata berkaca-kaca.
Saat hari lomba tiba, ketiganya tampil dengan anggun di atas panggung. Gerakan gemulai mereka berpadu dengan irama musik tradisional yang memikat. Senyum tak lepas dari wajah mereka, meski jantung berdegup kencang. Penonton terpukau, dan juri tak bisa menahan kekaguman. Ketiganya berhasil menyampaikan cerita lewat tarian—tentang semangat, kebersamaan, dan keindahan budaya.
Meski dinobatkan sebagai juara kedua, bagi warga SDN Guci 01, mereka adalah pemenang sejati. Mereka telah membuktikan bahwa dari desa kecil di lereng Gunung Slamet, bisa lahir generasi muda yang mencintai seni dan berprestasi di panggung besar.
Kemenangan ini pun menjadi inspirasi bagi teman-teman mereka di sekolah. Bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan cinta terhadap apa yang kita lakukan, hasil yang indah pasti akan menyusul.
Selamat untuk Indika, Alzena, dan Faiza. Kalian bukan hanya menari di atas panggung, tapi telah menari di hati kami semua. 🌸💃🇮🇩
Copyright © 2024 Web Sekolah.