Pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang juga tidak lepas dari digitalisasi. Sistem pembelajaran di era digital saat ini memanfaatkan teknologi digital pada setiap aspek seperti administrasi, kurikulum, metode, dan media pembelajarannya. penyelenggaraan sistem pendidikan memerlukan kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Untuk mencapai minat tersebut, perlu dilakukan perubahan sistem Kurikulum Pendidikan. Di Indonesia, kurikulum telah berubah dari waktu ke waktu dan telah meningkat dari hari ke hari. Hingga saat ini kurang lebih sudah sepuluh kali perubahan yang terjadi dalam sistem kurikulum Pendidikan kita. Sedangkan Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid.
Perubahan kurikulum dan pembelajaran berdifernsiasi dapat terbentuk karena beberapa faktor, diantaranya adalah pengaruh dari sosial budaya, sistem, politik, ekonomi dan iptek. Untuk mensukseskan Pendidikan selain dengan kurikulum yang baik,semua komponen pada pendidikan harus bersinergi.
Kurikulum Merdeka sudah mulai diperkenalkan kepada berbagai satuan Pendidikan namun, tidak serta merta diterapkan di setiap lembaga pendidikan, melainkan penerapan dilakukan secara bertahap sedikit demi sedikit. Dengan kata lain, kurikulum merdeka tidak secara langsung diamanatkan secara nasional dalam penerapannya, Kurikulum merdeka merancang suatu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5 untuk menguatkan karakter peserta didik dan upaya pencapaian kompetensi sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan standar kompetensi kelulusan.
Menurut panduan pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang disusun oleh Badan Standar,Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan(2022) Profil Pelajar Pancasila bertujuan untuk menjawab pertanyaan besar bagi peserta didik, yaitu profil (kompetensi)seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem Pendidikan Indonesia. Sehubungan dengan itu, Profil Pelajar Pancasila memiliki desain kompetensi yang melengkapi fokus pada penanaman karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila untuk mencapai standar kompetensi lulusan pada semua jenjang satuan Pendidikan. P5 merupakan salah satu cara untuk mencapai profil Pelajar Pancasila yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses pembentukan karakter serta kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitar. Dalam kegiatan P5 ini, peserta didik berkesempatan untuk mengeksplorasi isu atau topik penting seperti perubahan iklim, kontra radikalisme, kesehatan mental, budaya, kewirausahaan, teknologi dan kehidupan demokrasi sehingga peserta didik dapat melakukan tindakan nyata untuk menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tingkat dan kebutuhan belajarnya.
P5 diharapkan dapat menginspirasi peserta didik untuk berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya (Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan,2022).Melakukan kegiatan P5 dapat membangun rasa percaya diri peserta didik terhadap pekerjaannya untuk suatu karya, meningkatkan efikasi diri peserta didik, dan menunjukkan minat peserta didik pada bidang tertentu. Guru memegang peranan penting dalam pelaksanaannya, yaitu sebagai fasilitator. Kegiatan P5 dapat disebut penerapan pembelajaran berdiferensiasi karena dalam kegiatan P5 ini peserta didik dapat mengembangkan keterampilannya untuk meningkatkan minat peserta didik. Kegiatan P5 juga meningkatkan kinerja peserta didik ketika mereka mendiskusikan proyek yang luar biasa dengan teman-temannya. Tujuan dari P5 adalah untuk mengembangkan keterampilan peserta didik untuk membuat proyek yang disesuaikan dengan Profil Pelajar Pancasila
Hal ini sejalan dengan pelaksanaanpembelajaran yang berorientasi pada minat dan kemampuan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan strategi pembelajaran yang berbeda atau diferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi merepresentasikan konsep bahwa setiap individu memiliki minat, kesempatan dan kemampuan yang berbeda, sehingga peran guru harus mampu berkolaborasi dan mengkoordinasikan setiap perbedaan tersebut dengan menggunakan strategi yang tepat Salah satu bentuk Penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada kurikulum merdeka yaitu pelaksanaan kegiatan P5 yang dilaksanakan sekolah dengan memanfaatkan teknologi- teknologi dan IPTEK yang ada.
Pelaksanaan P5 dilakukan secara fleksibel dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Pada jenjang SD, peserta didik mengikuti P5 dengan 2 tema yang berbeda dalam 1 tahun ajaran. Pihak sekolah dapat memilih dari pilihan tema yang ditawarkan antara lain, Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhineka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya, Suara Demokrasi, Rekayasa dan Teknologi, Kewirausahaan dan Kebekerjaan. Seperti halnya yang dilakukan oleh SD Negeri Guci 01, pada tahun ajaran 2023/2024 tahun ini mengusung tema P5 Kearifan Lokal yang sebelumnya telah mengusung tema Rekayasa dan Teknologi dan Bangunlah Jiwa dan Raganya.
Pada tahun ajaran 2023/2024 SD Negeri Guci 01 mengusung tema Kearifan Lokal dengan topik “Kearifan Lokal Mengangkat Tema Makananku Tak Kalah Saing Dengan Makananmu” dimana pemilihan tema ini adalah membuat makanan tradisioanal dikemas serupa dengan makanan kekinian seperti nasi jagung yang di kemas seperti bento, serta menampilkan Kesenian dari berbagai Daerah“ Tujuan P5 ini mengembangkan karakter menghargai perbedaan, berempati kepada orang lain, mendalami budaya dan identitas, menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya, menumbuhkan jiwa bekerjasama, dan komunikasi untuk mencapai tujuan bersama, serta koordinasi sosial antar warga sekolah” ungkap Nurul Hikmah selaku guru kelas 4.
Kegiatan P5 dilakukan setiap hari kamis tiap minggunya. Satu minggu pertama dilakukan pembekalan dan pematangan konsep, lalu setiap hari Kamis peserta didik mengerjakan LKPD dan di hari lain masing-masing kelas berlatih di sanggar. Pada kegiatan P5 ini melibatkan beberapa pihak antara lain, guru, peserta didik, wali murid, paguyuban, sanggar, dan komite sekolah. Hal tersebut dilakukan untuk memaksimalkan kegiatan puncak P5 nantinya.
Pada kegiatan puncak akan dilakukan gelar karya yang dikemas dalam art performance dengan menampilkan berbagai jenis tarian, pelaksanaan kewirausahaan makanan daerah serta tampilan lainnya. Melalui kegiatan P5 yang telah dilakukan, terdapat harapan untuk pelaksanaan P5 ke depannya. Hal tersebut disampaikan oleh Bp. Dulbari, S.Pd selaku Kepala Sekolah, “Semoga kegiatan P5 ini efektif dalam menguatkan profil pelajar Pancasila dan agar peserta didik dapat mengekspresikan budaya terhadap kearifan lokal dalam wujud kreativitas yang harus memunculkan pesan moral dan aspek religius sebagai bagian dari dakwah” ujarnya.
Berdasarkan kegiatan P5 yang dilakukan oleh SD Negeri Guci 01 yang mengusung tema Kearifan Lokal terdapat pelajaran yang dapat diambil. Melalui proses persiapan dan pelaksanaan kegiatan P5, peserta didik tidak hanya belajar tentang budaya lokal dan kreativitas, tetapi juga mengembangkan karakter seperti rasa tanggung jawab, kepercayaan diri, dan kerjasama. Selain itu, kegiatan ini memberikan peluang bagi peserta didik untuk mengekspresikan nilai-nilai moral dan religius melalui kreativitas mereka dalam berbagai pertunjukan seni lokal, makanan lokal sehingga melalui kegiatan ini mampu mempertahankan eksistensi budaya lokal di tengah gempuran budaya luar yang masuk di Indonesia.